Senin, 28 Februari 2011

Sistem Ekonomi


Apabila kita membicarakan sistem ekonomi atau sering pula disebut dengan istilah orde ekonomi maka kita tidak bisa mengabaikan lembaga-lembaga sosial yang ada didalamnya yang berhubungan dengan kehidupan manusia misalnya: lembaga-lembaga Keagamaan, lembaga-lembaga politik; lembaga-lembaga hukum, lembaga-lembaga ekonomi (istilah lembaga-lembaga ini sering pula diganti dengan pranata-pranata).

Dalam kaitan ini George N.Halim menyatakan bahwa “Economic system differ, socialist or capitalist, planned or unplanned, according to their institutions”. Pendapat ini tampaknya meletakkan kaitan yang erat antara sistem ekonomi dengan lembaga-lembaga yang ada padanya. Pendapat lain yang sejalan dengan pendapat diatas dikemukakan oleh John F.Due bahwa sebuah sistem ekonomi , as the group of economic institutions or, regarded as a unit the economic system, the organization through the operation of which the various resources scarce, relative to the need for them are utilized to satisfy the wants of man”.

Definisi diatas agaknya terlalu sempit karena hanya menitik beratkan pada pranata-pranata ekonomi saja.
Definisi lain yang lebih luas dikemukakan oleh Theodore Margan yang menyatakan bahwa “Every economic system is part of constellation of economic, social abd political institution and ideas and can be understood 
only as part of this whole”.

H.M.H.A Van der Valk juga mengemukakan definisi sistem atau orde ekonomi sebagai berikut : De economische orde is de organisatie van hen economicch liven nolas deze nich binnen de kring der data heft ontwkkeld (artinya “orde ekonomi adalah organisasi kehidupan ekonomi seperti yang berkembang dalam batas data yang ada”).
Pengertian sistem ekonomi yang dikemukakan oleh beberapa sarjana Indonesia antara lain Toru Gunadi yang menyatakan sebagai berikut : Sistem perekonomiuan adalah sistem sosial atau kemasyarakatan dilihat dalam rangka usaha keseluruhan sosial yang mencapai kemakmuran.

Menurut Hatta orde ekonomi ialah bangunan organisasi daripada kehidupan ekonomi yang sifanya lustaris relatif selanjutnya dikatakan oleh Hatta ada 6 faktor yang memberikan bentuk pada orde ekonomi yaitu :
  1. Keperluan hidup manusia
  2.  Pemberian alam dan keadaannya pada suatu tempat
  3. Tenaga kerja manusia
  4. Persediaan barang-barang dari produksi
  5.  Pengetahuan tekhnik
  6. Organisasi yuridis dan sosial yang dapat memberikan arah kepada tindakan-tindakan subjek ekonomi dan juga menentukana batasnya

Sedangkan menurut Abd. Madjid/Sri Edi Swasono : orde ekonomi merupakan konstitusi ekonomi dari Negara. Sistem Perekonomian sebenarnya suatu kehidupan ekonomi yang mencakup seluruh kegiatan-kegiatan dan proses yang diarahkan agar anggota masyarakat dapat tercukupi kebutuhan kebendaan. Kegiatan ekonomi sebenarnya  merupakan salah satu aspek kehidupan masyarakat, karena itulah sistem perekonomian yang terikat pada kaidah-kaidah yang berlaku bagi semua tindakan/tingkah laku/tindak-tanduk manusia yaitu kaidah-kaidah moral yang dapat melahirkan ekonomi normatif, dan sistem ekonomi tidak terlepas daripada yang hidup (segala macam). Sistem perekonomian akan berhadapan dengan permasalahan yang mendasar yaitu tentang produksi, distribusi dan konsumsi, sedang bentuk dari sistem perekonomian sangat tergantung elemen pendukungnya, sehingga elemen-elemen tersebut dapat member warna daripada sistem ekonomi.

Dari definisi-definisi yang sudah dikemukakan kiranya dapat disimpulkan bahwa “system ekonomi merupakan organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi-sosial-politik-ide-ide) yang saling mempengaruhi satu sama laij yang ditujukan kea rah pemecahan problem-problem produksi distribusi-konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian demi tercapainya kemakmuran masyarakat”.


Sumber : Sovie Niam,“Sistem Ekonomi Indonesia”,Jakarta,Karunika Jakarta Universitas Terbuka, 1987


IP pertama :-)

Pada hari kamis tanggal 23 Februari 2011 saya baru saja mendapatkan pengumuman bahwa IP sudah keluar , rasanya waktu itu saya ingin langsung membuka studentsite tapi saya sedang tidak berada di rumah jadi rasa penasaran saya sangat menggebu-gebu .

Sesampai dirumah saya langsung mandi dan setelah itu saya menyalakan komputer untuk melihat studentsite . Sebelum memasukkan username dan password saya berdoa terlebih dahulu semoga apa yang saya lihat dan saya dapatkan tidak mengecewakan ataupun kalau nilainya kecil saya siap menerima segala resiko. Setelah lmasuk ke menu awal studentsite saya langsung membuka rangkuman nilai TAPI apa yang terjadi ? ternyata disitu tidak ada cantuman nilai IP saya panik langsung saya menelvon teman  saya untuk bertanya apa yang harus dilakukan. Setelah diberitahu akhirnya nilai IP saya tercantum di rangkuman nilai. Senang dan sangat tidak menyangka bahwa saya mendapatkan IP 3,39 karena saya sama sekali tidak mengerti akuntansi sebab saya dari jurusan IPA yang sama sekali waktu SMA tidak pernah belajar akuntansi . Yaa bagi pemula seperti saya lumayanlah atau bisa dibilang cukup bagus .

Tapi saya tidak mau puas disitu saja , karena pada dasarnya manusia tidak pernah puas . Apa yang saya dapatkan di semester 1 kiranya menjadi pedoman atau pembelajaran di semester 2 ini , bahwa saya harus lebih giat , rajin , aktiv dan menghilangkan rasa malas .

Minggu, 23 Januari 2011

Menumbuhkan Budaya Hemat Air

Krisis air sudah di hadapan mata. Semua pihak dituntut kesertaannya dalam menghemat air. Berikut wujud langkah hemat air yang mulai mesti kita budayakan setiap harinya :

  1. 1.       Jangan biarkan air mengalir saat Anda dan keluarga gosok gigi
    2.       Tampung bekas air wudhu keluarga dan gunakan untuk menyiram tanaman atau jalan
    3.       Gunakan shower pada setiap kamar amndi
    4.       Gunakan deterjen atau pelembut dan pewangi pakaian yang bersahabat dengan lingkungan
    5.       Gunakan deterjen atau pelembut dan pewangi pakaian yang tidak benyak menimbulkan busa atau mampu menghilangkan bisa tanpa haris membilas berulang-ulang
    6.       Gunakan bekas bilas air cucian untuk aktifitas lain, sperti : mengepel rumah, mencuci kendaraan atau menyiram tanaman
    7.       Tanamlah tanaman yang mampu menyerap air
    8.       Buatlah serapan air


Manfaat Vitamin D Tidak Hanya untuk Tulang

Selama ini kita mengenal vitamin D hanya bermanfaat untuk tulang, padahal ada banyak manfaat dari vitamin yang larut dalam lemak ini.


Untuk menjamin kesehatan tulang, tidak hanya dibutuhkan kalsium, namun diperlukan juga vitamin D, karena vitamin D bertanggung jawab membawa kalsium dari saluran cerna ke tulang. Sebanyak apapun Anda mengonsumsi kalsium jika tidak disertai dengan ketersedian vitamin D yang memadai di dalam tubuh, kalsium tidak optimal untuk kesehatan tulang.
Diperkirakan di seluruh dunia, sekitar 1 juta orang mengalami kekurangan vitamin D, kondisi ini jika terus dibiarkan tentu dapat mengakibatkan masalah, baik pada tulang atau organ tubuh lainnya.
Di dalam tubuh fungsi vitamin D membantu penyerapan dan mempertahankan kalsium serta fosfor. Kedua mineral tersebut sangat berperan dalam metabolism tulang. Selain itu vitamin D juga berperan dalam system kekebalan tubuh.
Vitamin D diketahui jiga berperan dalam membantu mencegah beberapa jenis kanker. Sebut saja kanker usus besar (kolon), kanker prostat. Meski tidak terlalu signifikan, kecukupan vitamin mengurangi resiko seranganjantung dan penyakit diabetes.
Apakah perlu mengonsumsi suplemen vitamin D ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya harus dipahami kebutuhan vitamin D hatian. Tiap orang berbeda, misalnya untuk usia 0 hingga 50 tahun dibutuhkan kira-kira 200 iu (50mcg), antara 50-70 tahun sekitar 400 IU (100mcg), sedangkan diatas 70 tahun, dibutuhkan sekitar 600 IU (150mcg). Dosis maksimal dalam sehari adalah 2000 IU.
Jika diperkirakan asupan makanan yang mengandung vitamin D kurang dari jumlah yang diperlukan, tidak ada salahnya mengonsumsi suplemen vitamin D agar terhindari efek samping kekurangan vitamin D.

Sumber Vitamin D
Dalam bentuk suplemen yang tersedia saat ini, vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol). Bentuk D3 memiliki kelebihan, karena lebih efektif sehingga dosis yang dibutuhkan lebih sedikit. Selain itu efek samping yang ditimbulkan juga lebih sedikit dibandingkan dengan jenis D2.
Vitamin D3 juga lebih alamiah dibandingkan dengan vitamin D2, karena jenis ini merupakan hasil prodiksi tubuh setelah terpapar oelh sinar matahari. Produk D2 biasanya merupakan hasil produksi dari jamur yang sudah mengalami radiasi.
Sumber makanan yang emngandung vitamin D diantaranya keju, ikan salmon, telur, susu dan daging sapi. Selain itu paparan sinar matahari juga dapat mengubah vitamin D inaktif menjadi aktif di dalam tubuh.

Masalah kekurangan vitamin D
Defisiensi vitamin D mengakibatkan penyerapan aklsium hanya 15% sangat jauh berkurang. Meskipun asupannya memadai, namun gangguan penyerapan mengakibatkan masuknya kalsium ke dalam tulang terganggu, akibatnya rentan mengalami osteoporosis. Kurangnya vitamin D mengakibatkan ganguan system kekebalan. Penyakit diabetes dan gangguan jantung ditenggarai juga memiliki kaitan dengan kondisi ini.
Kelemahan otot juga merupakan efek samping yang dapat terjadi. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuh ternyata memiliki hubungan dengan angka kejadian kanker usus besar, kanker payudara dan kanker prostat. Hal ini yang perlu dipahami bahwa kekurangan vitamin D bukan merupakan hal sepele.
Untuk mengetahui seberapa banyak kandungan dalam vitamin D, pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah 25 (OH)D atau tes kalsidol. Kadar normalnya di dalam tubuh antara 40 dan 65 ng/mL, sedangkan U.S National Institutes of health memberikan catatan bahwa kadar 25 (OH)D lebih dari 30 ng/mL merupakan jumlah yang optimal bagi tubuh.

Jika kadarnya berlebihan
Hingga saat ini belum didapatkan masalah serius akibat kelebihan vitamin D. Sebuah penelitian emnemukan bahwa kondumsi vitamin D hingga 10.000 IU perhari selama 5 bulan tidak menimbulkan efek serius. Dalam beberapa penelitian diketahui, kelebihan vitamin D mengakibatkan kadar kalsium dan fosfat emningkat di dalam darah. Kondisi ini pada akhirnya malah dapat mengakibatkan efek osteoporosis bagi tulang.
Gejala yang terjadi akibat kadar kalsium tinggi di dalam darah (hiperkalsemia), diantaranya rasa mual, muntah, kemudian urin menjadi lebih banyak (poliuri), rasa haus yang berlebihan, hingga mengakibatkan gangguan kesadaran. Jika terjadi keluhan tersebut, maka penggunaan suplemen vitamin D atau kalsium dihentikan untuk menghindari efek samping yang lebih parah.

Selasa, 18 Januari 2011

Inovasi Baru Melawan TBC

" TBC masih tersu mengancam. Inovasi baru diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan jumlah kesakitan dan kematian akibat tuberkolosis "


Dalam pembukaan hari Tuberkolosis ke 24 sedunia, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan inovasi penaganan tuberkolosis dengan segera ada aksi jika ada kejadian. "Kami bermitra dengan berbagai sektor untuk menurunkan anka kesakitan tuberkolosis," katanya pada peringatan Hari Tuberkolosis ke-24 di Jakarta.
Endang menyebutkan, angka kematian dan kesaiktan tuberkolosis makin menurun dari tahun ke tahun. Pada 19990, angka kesakitan tuberkolosis mencapai 433 per 100ribu penduduk dan menurun menjadi 244 per 100ribu penduduk pada 2009. Sementara kasus kematian tuberkolosis pada 2009 sebanyak 91.368 orang atau 39 per 100ribu penduduk. Adapun target MDG s (Millenium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Millenium) pada 2015 adalah menurunkan angka kesakitan tuberkolosis hingga 222 pada 100ribu penduduk.
Pada 2009, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 70 kasus, 90 persen terobati sehingga menurunkan angka kematian.


Strategi Baru Cegah Resistensi Obat TBC
Wujud lain anca,an TB juga tampak dari meningkatnya angka resistensi kuman penyebab tuberkolosis terhadap obat anti tuberkolosis. Untuk itu, pemerintah menerapkan strategi pengobatan jangka pendek dengan pengawasan (Directly Observed Treatment Shortcourse/dots) Plus untuk mencegah meluasnya aksus tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita Hendardji emngatakan starategi yang juga disebut Programmatic Management of Drug Resistant TB (PMDT) itu diharapkan dapat mengendalikan [enularan TB dengan resistensi obat ganda (Multi Drug Resistant Tubercolosis/ MDR-TB).
DR-TB disebabkan oleh Mycobacterium tubercolosis yang telah kebal terhadap dua obat anti tuberkolosis yakni loniazid atau INH dan rifampicin secara bersama-sama atau disertai obat anti-TB lini pertama lain seperti ethambutol, streptomycin dan pirazinamede.
"Di Indonesia kasus MDR-TB pada pasien baru diperkirakan 1,9 persen sedang pada pasien TB yang sudah pernah menjalani pengobatan 16 persen," kata Ratna. Menurut Ratna, pengobatan MDR-TB sangat sulit dan mahal karenanya pemerintah meminta semua pihak ikut terlibat dalam upaya pencegahan MDR-YB dengan starategi DOTS Plus.



Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010

Cerdas Mengenali Autis

Autis merupakan kelainan perkembangan anak yang sangat kompleks. Gangguan perkembangan tersebut ditandai dengan tiga masalah utama, yaitu kemampuan interaksi sosial, komunikasi dan perilaku berulang-ulang. Menurut dokter dari klinik deteksi dini perkembangan anak di Jakarta, Dr.Nia Nurul Aziza, penyebab pasti terjadinya autis belum diketahui pasti. Sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian untuk menemukan penyebab pastinya. Tetapi diduga penyebabnya dikombinasikan dari faktor genetik dan lingkungan, ujar Nia.
Faktor genetik, lanjut Nia bisa dikarenakan adanya infeksi, alergi, gangguan nutrisi kehamilan dan keracunan logam berat, sedangkan faktor lingkungan mencakup gangguan saluran cerna, psikodinamik lingkungan keluarga, kelainan struktur otak, gangguan hormonal dan masih banyak lagi. 
Gejala Autis
Gejala atau tanda autis dapat dilihat dari adanya gangguan interaksi sosial, komunikasi, prilaku, emosi dan persepsi sensoris. Umumnya tanda awal autis dapat terlihat pada usia 18-36 bulan. Tetapi bisa pula lebih dini. Hali ini bisa dilihat dari keterlambatan perkembangan secara umum, terutama aspek bicara atau bahasa.
 Menginjak usia 6 bulan, tanda dapat dilihat dengan tidak pernah tertawa lepas, usia 9 bulan tidak pernah membalas interaksi seperti suara, senyuman atau ekspresi wajah, usia 12 bulan dapat dilihat dengan keterlambatan mengoceh sama sekali, tidak tertarik untuk meraih atau memainkan benda atau mainan, usia 16 bulan belum bisa mengucapkan satu patah kata pun dan tidak bisa mengucapkan gabungan dua kata yang berarti pada usia 24 bulan. Apabila ada indikasi atau keluhan seperti keterlambatan bicara, gangguan komunikasi atau interaksi social dan prilaku berulang-ulang, maka sebaiknya anak dilakukan deteksi dini autis sebelum usia tuga tahun, imbuh Nia.
Sebetulnya, gejala autis bisa terdeteksi jauh-jauh sebelumnya, yaitu sejak bayi. Pada bayi, autis bisa dikenali dengan tingkahnya yang tidak pernah menatap wajah ibunya, tidak responsif ketika dipanggil namanya, tidak bisa mengikuti gerakan benda dengan matanya, jarang tersenyum, meniru tingkah atau suara oranglain, menunjuk dengan jari dan jarang mengucapkan kata-kata atau mengoceh.

Penanganan Autis

Penanganan autis secara umum adalah dengan pendekatan eduaksi, tetapi prilaku dan obat-obatan. Dr.Nia menjelaskan, pada pendekatan edukasi diperlukan pendekatan yang intensif dan terstruktur mencakup terapi bicara dan bahasa, sehingga anak dapat berkomunikasi dan mengucapkan kata-kata yang bermakna. Sedang terapi prilaku bertujuan untuk menghilangkan prilaku yang tidak diinginkan dan menstabilkan prilaku yang diinginkan . Obat-obatan juga diperlukan untuk menghilangkan agresifitas dan sifat impulsive anak, jelas Nia.
Target penalaksanaan dalam penanganan autis secara umum adalah untuk meminimalkan defisit yang ada, mengurangi perilaku yang menggangu dan meningkatkan proses belajar, terutama kemampuan bahasa, berkomunikasi dan keterampilan menolong diri sendiri. Dr.Nia memberitahukan, tidak ada jawaban mudah untuk mengatasi m,asalah autis. Namun dengan pengenalan dan tata laksana yang tepat dan sedini mungkin maka dapat meningkatkan kualitas hidup.


Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010

Jumat, 07 Januari 2011

Pasar Persaingan Sempurna

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan dibawah ini :
v Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.
v Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.
v Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
v Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
v Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.

Kebaikan dan keburukan pasar persaingan sempurna
Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar yang lainnya antara lain :
1. Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi
Sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
a. Efisiensi produktif : Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.
b. Efisiensi Alokatif
Untuk melihat apakah efisiesi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya keberbagi kegiatan ekonomi/produksi telah dicapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga=biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.
Efisiensi dalam persaingan sempurna
Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu wujud. Telah dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan sempurna.
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dan didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar persaingan sempurna.
2. Kebebasan bertindak dan memilih
Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolonan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasaannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas.
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi factor yang menentukan pengalokasinya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasaan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan factor-faktor produksi yang mereka miliki.
Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan-keburukan antara lain :
1. Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi
Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat meemperoleh keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, Karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu singkat juga dapat berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan inovasi.
Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan yang kecil ukurannya.
2. Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial
Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaannya mungkimn sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan.
3. Membatasi pilihan konsumen
Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya.
4. Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi
Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan)pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.
5. Distribusi pendapatan tidak selalu rata
Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.