Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Januari 2011

Menumbuhkan Budaya Hemat Air

Krisis air sudah di hadapan mata. Semua pihak dituntut kesertaannya dalam menghemat air. Berikut wujud langkah hemat air yang mulai mesti kita budayakan setiap harinya :

  1. 1.       Jangan biarkan air mengalir saat Anda dan keluarga gosok gigi
    2.       Tampung bekas air wudhu keluarga dan gunakan untuk menyiram tanaman atau jalan
    3.       Gunakan shower pada setiap kamar amndi
    4.       Gunakan deterjen atau pelembut dan pewangi pakaian yang bersahabat dengan lingkungan
    5.       Gunakan deterjen atau pelembut dan pewangi pakaian yang tidak benyak menimbulkan busa atau mampu menghilangkan bisa tanpa haris membilas berulang-ulang
    6.       Gunakan bekas bilas air cucian untuk aktifitas lain, sperti : mengepel rumah, mencuci kendaraan atau menyiram tanaman
    7.       Tanamlah tanaman yang mampu menyerap air
    8.       Buatlah serapan air


Manfaat Vitamin D Tidak Hanya untuk Tulang

Selama ini kita mengenal vitamin D hanya bermanfaat untuk tulang, padahal ada banyak manfaat dari vitamin yang larut dalam lemak ini.


Untuk menjamin kesehatan tulang, tidak hanya dibutuhkan kalsium, namun diperlukan juga vitamin D, karena vitamin D bertanggung jawab membawa kalsium dari saluran cerna ke tulang. Sebanyak apapun Anda mengonsumsi kalsium jika tidak disertai dengan ketersedian vitamin D yang memadai di dalam tubuh, kalsium tidak optimal untuk kesehatan tulang.
Diperkirakan di seluruh dunia, sekitar 1 juta orang mengalami kekurangan vitamin D, kondisi ini jika terus dibiarkan tentu dapat mengakibatkan masalah, baik pada tulang atau organ tubuh lainnya.
Di dalam tubuh fungsi vitamin D membantu penyerapan dan mempertahankan kalsium serta fosfor. Kedua mineral tersebut sangat berperan dalam metabolism tulang. Selain itu vitamin D juga berperan dalam system kekebalan tubuh.
Vitamin D diketahui jiga berperan dalam membantu mencegah beberapa jenis kanker. Sebut saja kanker usus besar (kolon), kanker prostat. Meski tidak terlalu signifikan, kecukupan vitamin mengurangi resiko seranganjantung dan penyakit diabetes.
Apakah perlu mengonsumsi suplemen vitamin D ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya harus dipahami kebutuhan vitamin D hatian. Tiap orang berbeda, misalnya untuk usia 0 hingga 50 tahun dibutuhkan kira-kira 200 iu (50mcg), antara 50-70 tahun sekitar 400 IU (100mcg), sedangkan diatas 70 tahun, dibutuhkan sekitar 600 IU (150mcg). Dosis maksimal dalam sehari adalah 2000 IU.
Jika diperkirakan asupan makanan yang mengandung vitamin D kurang dari jumlah yang diperlukan, tidak ada salahnya mengonsumsi suplemen vitamin D agar terhindari efek samping kekurangan vitamin D.

Sumber Vitamin D
Dalam bentuk suplemen yang tersedia saat ini, vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol). Bentuk D3 memiliki kelebihan, karena lebih efektif sehingga dosis yang dibutuhkan lebih sedikit. Selain itu efek samping yang ditimbulkan juga lebih sedikit dibandingkan dengan jenis D2.
Vitamin D3 juga lebih alamiah dibandingkan dengan vitamin D2, karena jenis ini merupakan hasil prodiksi tubuh setelah terpapar oelh sinar matahari. Produk D2 biasanya merupakan hasil produksi dari jamur yang sudah mengalami radiasi.
Sumber makanan yang emngandung vitamin D diantaranya keju, ikan salmon, telur, susu dan daging sapi. Selain itu paparan sinar matahari juga dapat mengubah vitamin D inaktif menjadi aktif di dalam tubuh.

Masalah kekurangan vitamin D
Defisiensi vitamin D mengakibatkan penyerapan aklsium hanya 15% sangat jauh berkurang. Meskipun asupannya memadai, namun gangguan penyerapan mengakibatkan masuknya kalsium ke dalam tulang terganggu, akibatnya rentan mengalami osteoporosis. Kurangnya vitamin D mengakibatkan ganguan system kekebalan. Penyakit diabetes dan gangguan jantung ditenggarai juga memiliki kaitan dengan kondisi ini.
Kelemahan otot juga merupakan efek samping yang dapat terjadi. Beberapa penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuh ternyata memiliki hubungan dengan angka kejadian kanker usus besar, kanker payudara dan kanker prostat. Hal ini yang perlu dipahami bahwa kekurangan vitamin D bukan merupakan hal sepele.
Untuk mengetahui seberapa banyak kandungan dalam vitamin D, pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah 25 (OH)D atau tes kalsidol. Kadar normalnya di dalam tubuh antara 40 dan 65 ng/mL, sedangkan U.S National Institutes of health memberikan catatan bahwa kadar 25 (OH)D lebih dari 30 ng/mL merupakan jumlah yang optimal bagi tubuh.

Jika kadarnya berlebihan
Hingga saat ini belum didapatkan masalah serius akibat kelebihan vitamin D. Sebuah penelitian emnemukan bahwa kondumsi vitamin D hingga 10.000 IU perhari selama 5 bulan tidak menimbulkan efek serius. Dalam beberapa penelitian diketahui, kelebihan vitamin D mengakibatkan kadar kalsium dan fosfat emningkat di dalam darah. Kondisi ini pada akhirnya malah dapat mengakibatkan efek osteoporosis bagi tulang.
Gejala yang terjadi akibat kadar kalsium tinggi di dalam darah (hiperkalsemia), diantaranya rasa mual, muntah, kemudian urin menjadi lebih banyak (poliuri), rasa haus yang berlebihan, hingga mengakibatkan gangguan kesadaran. Jika terjadi keluhan tersebut, maka penggunaan suplemen vitamin D atau kalsium dihentikan untuk menghindari efek samping yang lebih parah.

Selasa, 18 Januari 2011

Inovasi Baru Melawan TBC

" TBC masih tersu mengancam. Inovasi baru diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menurunkan jumlah kesakitan dan kematian akibat tuberkolosis "


Dalam pembukaan hari Tuberkolosis ke 24 sedunia, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan inovasi penaganan tuberkolosis dengan segera ada aksi jika ada kejadian. "Kami bermitra dengan berbagai sektor untuk menurunkan anka kesakitan tuberkolosis," katanya pada peringatan Hari Tuberkolosis ke-24 di Jakarta.
Endang menyebutkan, angka kematian dan kesaiktan tuberkolosis makin menurun dari tahun ke tahun. Pada 19990, angka kesakitan tuberkolosis mencapai 433 per 100ribu penduduk dan menurun menjadi 244 per 100ribu penduduk pada 2009. Sementara kasus kematian tuberkolosis pada 2009 sebanyak 91.368 orang atau 39 per 100ribu penduduk. Adapun target MDG s (Millenium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Millenium) pada 2015 adalah menurunkan angka kesakitan tuberkolosis hingga 222 pada 100ribu penduduk.
Pada 2009, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 70 kasus, 90 persen terobati sehingga menurunkan angka kematian.


Strategi Baru Cegah Resistensi Obat TBC
Wujud lain anca,an TB juga tampak dari meningkatnya angka resistensi kuman penyebab tuberkolosis terhadap obat anti tuberkolosis. Untuk itu, pemerintah menerapkan strategi pengobatan jangka pendek dengan pengawasan (Directly Observed Treatment Shortcourse/dots) Plus untuk mencegah meluasnya aksus tersebut.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita Hendardji emngatakan starategi yang juga disebut Programmatic Management of Drug Resistant TB (PMDT) itu diharapkan dapat mengendalikan [enularan TB dengan resistensi obat ganda (Multi Drug Resistant Tubercolosis/ MDR-TB).
DR-TB disebabkan oleh Mycobacterium tubercolosis yang telah kebal terhadap dua obat anti tuberkolosis yakni loniazid atau INH dan rifampicin secara bersama-sama atau disertai obat anti-TB lini pertama lain seperti ethambutol, streptomycin dan pirazinamede.
"Di Indonesia kasus MDR-TB pada pasien baru diperkirakan 1,9 persen sedang pada pasien TB yang sudah pernah menjalani pengobatan 16 persen," kata Ratna. Menurut Ratna, pengobatan MDR-TB sangat sulit dan mahal karenanya pemerintah meminta semua pihak ikut terlibat dalam upaya pencegahan MDR-YB dengan starategi DOTS Plus.



Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010

Cerdas Mengenali Autis

Autis merupakan kelainan perkembangan anak yang sangat kompleks. Gangguan perkembangan tersebut ditandai dengan tiga masalah utama, yaitu kemampuan interaksi sosial, komunikasi dan perilaku berulang-ulang. Menurut dokter dari klinik deteksi dini perkembangan anak di Jakarta, Dr.Nia Nurul Aziza, penyebab pasti terjadinya autis belum diketahui pasti. Sampai saat ini masih terus dilakukan penelitian untuk menemukan penyebab pastinya. Tetapi diduga penyebabnya dikombinasikan dari faktor genetik dan lingkungan, ujar Nia.
Faktor genetik, lanjut Nia bisa dikarenakan adanya infeksi, alergi, gangguan nutrisi kehamilan dan keracunan logam berat, sedangkan faktor lingkungan mencakup gangguan saluran cerna, psikodinamik lingkungan keluarga, kelainan struktur otak, gangguan hormonal dan masih banyak lagi. 
Gejala Autis
Gejala atau tanda autis dapat dilihat dari adanya gangguan interaksi sosial, komunikasi, prilaku, emosi dan persepsi sensoris. Umumnya tanda awal autis dapat terlihat pada usia 18-36 bulan. Tetapi bisa pula lebih dini. Hali ini bisa dilihat dari keterlambatan perkembangan secara umum, terutama aspek bicara atau bahasa.
 Menginjak usia 6 bulan, tanda dapat dilihat dengan tidak pernah tertawa lepas, usia 9 bulan tidak pernah membalas interaksi seperti suara, senyuman atau ekspresi wajah, usia 12 bulan dapat dilihat dengan keterlambatan mengoceh sama sekali, tidak tertarik untuk meraih atau memainkan benda atau mainan, usia 16 bulan belum bisa mengucapkan satu patah kata pun dan tidak bisa mengucapkan gabungan dua kata yang berarti pada usia 24 bulan. Apabila ada indikasi atau keluhan seperti keterlambatan bicara, gangguan komunikasi atau interaksi social dan prilaku berulang-ulang, maka sebaiknya anak dilakukan deteksi dini autis sebelum usia tuga tahun, imbuh Nia.
Sebetulnya, gejala autis bisa terdeteksi jauh-jauh sebelumnya, yaitu sejak bayi. Pada bayi, autis bisa dikenali dengan tingkahnya yang tidak pernah menatap wajah ibunya, tidak responsif ketika dipanggil namanya, tidak bisa mengikuti gerakan benda dengan matanya, jarang tersenyum, meniru tingkah atau suara oranglain, menunjuk dengan jari dan jarang mengucapkan kata-kata atau mengoceh.

Penanganan Autis

Penanganan autis secara umum adalah dengan pendekatan eduaksi, tetapi prilaku dan obat-obatan. Dr.Nia menjelaskan, pada pendekatan edukasi diperlukan pendekatan yang intensif dan terstruktur mencakup terapi bicara dan bahasa, sehingga anak dapat berkomunikasi dan mengucapkan kata-kata yang bermakna. Sedang terapi prilaku bertujuan untuk menghilangkan prilaku yang tidak diinginkan dan menstabilkan prilaku yang diinginkan . Obat-obatan juga diperlukan untuk menghilangkan agresifitas dan sifat impulsive anak, jelas Nia.
Target penalaksanaan dalam penanganan autis secara umum adalah untuk meminimalkan defisit yang ada, mengurangi perilaku yang menggangu dan meningkatkan proses belajar, terutama kemampuan bahasa, berkomunikasi dan keterampilan menolong diri sendiri. Dr.Nia memberitahukan, tidak ada jawaban mudah untuk mengatasi m,asalah autis. Namun dengan pengenalan dan tata laksana yang tepat dan sedini mungkin maka dapat meningkatkan kualitas hidup.


Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010

Rabu, 05 Januari 2011

Tips Cara Menjaga/Merawat Kuku Kaki dan Tangan Agar Bersih, Sehat dan Terawat Baik


Kuku kaki dan kuku tangan memiliki banyak fungsi dalam membatu aktivitas kegiatan kita sehari-hari juga dalam hal kecantikan karena berfungsi sebagai aksesoris alami tubuh. Artikel tips kecantikan kali ini akan membahas masalah perawatan kuku yang baik pada manusia.
1. Ubah Kebasaan Buruk dan Hindari Pekerjaan Berat
Jangan paksa kuku jari kita untuk melakukan pekerjaan berat yang biasa dibantu dengan alat khusus seperti melepas staples yang biasa menempel di kertas atau mengerok sesuatu dengan kuku. Dalam menggaruk kulit pun jangan terlalu kasar karena dapat membuat kulit luka atau iritasi serta membuat kuku kotor yang mengurangi etetika atau kecantikan kuku kita.
Jika kuku kaki dan kuku tangan kita masih pendek jangan dipotong lagi. Ada baiknya ditunggu satu minggu atau lebih baru kita potong. Terlalu rajin potong kuku bisa membuat perkembangan dan pertumbuhan kuku kita kurang bagus, apalagi yang masih anak-anak.
Jika kita punya perangkat alat manicure / menikur dan pedicure / pedikur sendiri, simpan dengan baik di tempat yang bersih, tertutup dan kering agar kuman tidak berkembang biak di alat-alat tersebut. Gunakan gunting khusus kutikula untuk memotong kutikel yang tumbuh di sekitar kuku kita. Jangan dipotong dengan gunting biasa kalau belum ahli.
2. Jaga Tingkat Kelembapan Kuku Tangan dan Kaki
Setelah selesai mencuci sesuatu dengan tangan kita langsung bisa saja sabun atau deterjen yang kita pakai dapat membuat kulit dan atau kuku kita kering. Oleh sebab itu sebaiknya setelah melakukan kegiatan cuci-mencuci tidak ada salahnya kita oleskan krim khusus kulit atau hand body lotion.
Bila perlu gunakan sarung tangan sebelum pekerjaan mencuci atau yang kotor-kotor agar kondisi kuku kita terjaga dengan baik. oleskan krim atau lotion ke tangan dan kuku sebelum memakai sarung tangan. Untuk pekerjaan yang bersifat bersif-bersih kita bisa menancapkan kuku kita terlebih dahulu ke sabun batang agar nantinya lebih mudah dibersihkan dari kuman dan kotoran.
Gunakan pelembab setelah lama menggunakan tangan dan kaki di lingkungan yang panas. Begitu pun jika kuku jari tangan dan kuku jari kaki lama terkena sinar matahari langsung. Terlalu lama di air seperti sehabis mencuci dan berenang ada baiknya diberi pelembab agar kuku tidak mudah rusak. Terlebih jika jenis kuku kita rapuh sehingga gampang patah dan sobek, perlu sering diberi pelembab.
3. Tips Tentang Kutek / Can Kuku dan Perlengkapannya
Jika kita gemar menggunakan kuteks atau cat kuku, maka berikan waktu kuku kita untuk bernafas dengan membiarkan kuku kita bebas dari cat dan aksesorisnya. Dalam membersihkan cat kuku jangan dilakukan dengan mengerok kuku dengan benda tajam dan sebagainya, tetapi gunakanlah cairan khusus pembersih / penghapus cat kuku.
Agar hasil pengecatan kuku lebih tahan lama, sebaiknya sebelum dicat kita beri pelembab sebelum mandi. Ketika ingin mengoleskan kuas cat kuku, sebaiknya celupkan kuas untuk mengambil cat kuku secukupnya agar tidak luber dan agar hasil olesan bisa lebih sempurna.
Cara menggunakan / memakai cat kuku jari yang baik adalah dengan mengusapkan kuas secara horizontal dari kanan dan kiri lalu secara vertikal bawah atas ke ujung. Jika ada cat yang berlebih jangan gunakan kapas atau tisu, tapi pakai manicure stick yang terbuat dari kayu.


sumber http://organisasi.org/tips-cara-menjaga-merawat-kuku-kaki-dan-tangan-agar-bersih-sehat-dan-terawat-baik

Senin, 03 Januari 2011

TIPS MENGECILKAN PERUT

Bagaimana cara mengecilkan perut yang buncit? Apakah ada tips mengecilkan perut secara alami? Memiliki perut gendut memang bukan hal yang patut dibanggakan. Selain tak sedap dipandang, kondisi ini juga bisa merusak penampilan. Timbunan lemak yang berlebihan di bagian perut nyatanya bisa menghambat fungsi hati sebagai penyaring racun dalam darah. 

Dengan kondisi ini membuat sistem sirkulasi tubuh tidak berjalan normal dan menjadi pemicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, seperti kadar kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. 

Sebagian besar perut menggelembung alias buncit disebabkan oleh faktor dasar yaitu diet dan gaya hidup. Berikut ini beberapa cara untuk menghilangkan perut buncit baik pada pria maupun wanita, cekidot :



1. Minum air
Jika kepenuhan perut disebabkan oleh penyimpanan air, Anda sebenarnya dapat mengurangi masalah tersebut dengan minum air lebih banyak. Hal ini akan mencairkan konsentrasi sodium dalam tubuh sehingga meningkatkan jumlah air yang keluar dari sistem. Minum lebih banyak air juga menjamin fungsi empedu efektif untuk mengeluarkan produk sampah. Jangan merubah konsumsi air saat diet karena banyak bahan yang sulit dicerna dan dapat menyebabkan perut menggelembung.

2. Makan perlahan-lahan

Hindari makan cepat, karena ketika Anda menelan terlalu cepat, setidaknya udara tertahan dalam usus dan membentuk gas yang dapat memicu penggelembungan perut. Selalu duduk saat makan dan kunyah makan secara perlahan-lahan. Makanan yang tidak terkunyah menjadi bagian-bagian kecil tidak dapat dicerna dengan sempurna yang kemudian menghasilkan banyak gas yang menimbulkan penggelembungan.

3. Mengurangi konsumsi garam
Terlalu banyak garam dalam diet menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

4. Konsumsi serat yang tepat

Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti apel dan pear yang memiliki banyak kandungan air.

5. Awasi pengobatan
Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.

6. Hindari sembelit
Sembelit didefinisikan sebagai memiliki lebih sedikit dari tiga kali buang air besar dalam seminggu atau jika terlibat ketegangan. Sebagai akibat perut terasa menambah besar. Untuk merangsang isi perut, tingkatkan konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, lakukan secara gradual untuk menghindari fermentasi dan produksi gas yang berlebihan.

7. Olahraga
Olahraga memang salah satu cara yang wajib ditempuh untuk menghilangkan si perut buncit. Olahraga akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dilkeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke empedu untuk dikeluarkan sebagai urine. Olahraga yang disarankan antara lain aerobik.

Itulah beberapa tips mengatasi perut buncit yang bisa anda lakukan, sekalian baca juga cara mengatasi ejakulasi dini secara alami. Selamat mencoba dan semoga berhasil mengecilkan perut Anda! 





sumber : http://www.infoceria.com/2010/09/7-cara-mengecilkan-perut-tips.html





Minggu, 05 Desember 2010

Bibir Mudah Kering dan Pecah

    Salah perlakuan sedikit saja, bibir akan mudah bereaksi negatif. Dari mulai kering, pecah-pecah hingga berdarah. Ketimbang anggota tubuh lain, bibir memang yang paling sensitif. Mengapa ia begitu sensitif ?
    Bibir kering atau pecah-pecah, kedengarannya seperti masalah sepele. Tapi, jika sudah pernah merasakannya, Anda pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat berbicara, makan ataupun menguap, Jika tidak ditangani dengan benar malah bisa memicu retakan dan pendarahan pada bibir. Kalau seperti ini, bibir merah indah alami kembali menjadi impian. Lalu mengapa bibir begitu sensitif dan pecah-pecah ? Berikut penjelasan dan saran Dr. Sondang S Panjaitan, SpKK, FKUI/ RSCM mengenai perawatan bibir sensitif.

1. Kelainan Cheilitis
    Cheilitis disebabkan oleh berbagai kelainan yang mendasari, misalnya penyakit genetik tertentu dan penyakit atopik yang ditandai dengan kulit kering, mudah gatal-gatal bila berkeringat (terutama di daerah lipat siku dan lipat lutut), serta terganggunya saluran pernapasan (seperti bersin-bersin di pagi hari, hidung tersumbat terutama bila ada debu, asma).
Ciri-ciri : bibir kering, mudah mengelupas dan berdarah saat membuka mulut.
Penanganan : Hindarkan mengelupas paksa bibir kering.

2. Paparan Ultraviolet
    Terlalu sering terpapar sinar ultraviolet (Actinic Cheilitis), ternyata bisa membuat bibir sensitif. Bahkan, kelainan itu dikatakan Dr.Sondang sebagai pre-malignant, yang bisa berubah menjadi kanker.
Ciri-ciri : Bbibir kering, terutama bibir bagian bawah dan terdapat bercak putih pada tepi batas bibir dengan kulit.
Penanganan : Hindari Paparan sinar matahari berlebihan

3. Kelainan Perleche / Angular Cheilitis
    Disebabkan oleh kebersihan rongga mulut yang kurang baik dan adanya infeksi jamur terutama candida. Pemakaian gigi palsu yang kurang tepat posisinya dalam rongga mulut juga bisa menjadi pemicu munculnya kelainan ini. Bahkan, perluasan kelainan eksim pada kulit wajah bagian bawah juga dapat mengenai bibir. Parleche srring ditemukan pada pasien Dabetes Melitus dan HIV/AIDS. Selain itu juga bisa menyerang penderita anemia dan kurang gizi.
ciri-ciri : Terdapat kemerahan pada sudut bibir, kulit pecah dan perih.
Penanganan : Menjaga kebersihan gigi dan mulut.

4. Salah Kosmetik
    Merupakan sebab terbanyak pemicu bibir sensitif. Umumnya karena alergi atau karena kosmetik yang digunakan mengandung bahan iritan. Bagi yang sudah memiliki bakat alergi, kosmetik bibir menjadi pemicu utama munculnya alergi. Selain itu, bahan yang bersifat asam atau basa pada kosmetik bibir merupakan iritan bagi kulit dan bibir, terutama saat kering dan lecet. Kosmetika bibir yang dimaksud dapat berupa lipstik, lip gloss, lip balm. Alergi dapat terjadi terhadap bahan dasar warna, bahan pemadat, bahan dasar, bahan pengawet dan pewangi/parfum.
Ciri-ciri : Iritasi, gatal, kering, merah, perih dan mengelupas.
Penanganan : Segera hentika penggunaan kosmetik bila menemukan gejala-gejala di atas. Berikutnya, hindari pemakaian kosmetikyang sama. Seseorang yang sudah pernah alergi terhadap salah satu kosmetik selanjutnya akan tetap alergi terhadap produk yang sama.

5. Akibat Kurang Minum
    Tenggorokan kering karena kurang minum, termnyata juga bisa menjadi salah satu sebab bibir sensitif. Kurang minum atau mungkin dikarenakan diet berlebihan menyebabkan ketidakseimbangan dalam seluruh saluran pencernaan, mulai dari: bibir, rongga mulut, lambung dan lain-lain.
Ciri-ciri : Bibir pecah-pecah, kering dan tenggorokan kering.
Penaganan : Cukup dengan minum banyak air putih.

6.Makanan / Snack Asin
   Makanan/snack asin bila dikonsumsi dalam jumlah banyak bisa menjadi sebab iritasi pada bibir.
Ciri-ciri : Bibir kemerahan, perih, bengkak, dan akhirnya akan mengelupas.
Penaganan : Hindari konsumsi snack ringan asin yang berlebihan, minumlah air secukupnya dan jagalah kebersihan mulut dan gigi.



TIPS :
Perawatan bibir terkadang sering luput dari perhatian perempuan. Berikut tips bagaimana mendapatkan bibir sehat dan cantik :
  • Jaga kebersihan mulut dan gigi
  • Konsumsi gigi seimbang
  • Minum air yang cukup
  • Hindari dan berhenti merokok
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihan
  • Oleskan madu / minyak zaitu / lip balm (bukan lip gloss) pada bibir kering dan pecah-pecah
  • Gunakan bahan kosmetika bibir yang aman dan tidak mengiritasi. Bila timbul tanda kemerahan, bibir perih, gatal, mengelupas atau rasa panas/perih, segera hentikan produk tersebut.
  • Bila bibir hitam akibat ada pigmentasi yang bertambah, dapat dikurangi dengan pengobatan pada dokter lainnya.



Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010

Rabu, 24 November 2010

Gigi Ngilu Gigi Sensitif

Sering merasa nyeri atau ngilu di gigi pada saat makan atau minum dingin, panas, dan asam ? Itu adalah tanda gigi sensitif. Apa itu tanda gigi sensitif ? 


   Menurut Prof.Trimurni Abidin, Drg.Sp.KG(K),M.Kes dari Departemen Ilmu Konsevasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan, gigi sensitif menunjukan adanya hipersensitif dentin, yaitu terbukanya dentin (lapisan dibawah email) akibat menipisnya email dan atau turunnya gusi. Kondisi ini akan membuat rangsangan makanan dan minuman langsung mengenai dentin dan diteruskan ke syaraf gigi. Dan akhirnya timbul rasa nyeri yang singkat dan tajam. Gigi yang paling rentan terhadap hipersensitif dentin adalah taring, geraham kecil atas, geraham serta gigi seri.
   Berdasarkan riset yang dilakukan Universitas Padjajaran bersama satu merk pasta gigi di empat kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan menunjukan 65% dari masyarakat memiliki keluhan gigi sensitif. Mirisnya lagi, separuh dari penderita mengabaikan masalah gigi ini. Padahal gigi sensitif bukan permasalahan sepele, apabila dibiarkan akan terjadi sakit berkepanjangan, sampai pada kematian gigi. Gigi sensitif juga bisa menyebabkan masuknya bakteri ke leher gigi yang terbuka, dan akhirnya dapat menyebabkan penyakit sistermik seperti ginjal dan jantung.
   Maka itu, mari atasi gigi sensitif dengan melakukan langkah perawatan gigi sensitif yang tepat, seperti berikut :


Kenali penyebabnya
   Menurut prof.Trimurni, cara menganggulangi gigi sensitif tergantung pada kasusnya. Bila penyebabnya adalah kerusakan tumpatan atau tambalan, maka perbaikilah tumpatan tersebut. Bila disebabkan kesalahan menyikat gigi, maka perlu melakukan pemilihan sikat gigi dan cara menyikat gigi yang baik.
   Sebetulnya ada banyak faktor pemicu lain timbulnya gigi sensitif ini seperti karies, chipped teeth atau gigi yang sompel, faktur pada restorasi atau tambalan gigi, beberapa bahan tambalan dan cracked tooth syndrome hingga gigi yang retak akibat dari mengunyah yang tidak seimbang.
   Selain itu, penyebab gigi sensitif juga disebabkan karena sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang asam atau terlalu manis, kebersihan mulut yang buruk, kebiasaan menyikat gigi yang salak, penumpukan plak, pengikisan email dan tindakan pemutihan gigi atau bleaching yang berlebihan.


Pilih pasta gigi yang tepat
   Perawatan reguler di rumah merupakan langkah berikutnya dalam menyiasati gigi sensitif. Perawatan mencakup menyikat gigi yang baik dengan pasta gigi yang tepat. Penggunaan pasta gigi yang mengandung gara-garam potassium atau potassium citrate, karena kandungan ini dapat melakukan penetrasi ke tubulus dentin sehingga terjadi depolarisasi ujng-ujung syaraf gigi yang menurunkan rasa ngilu. Selain itu kombinasi zinc dan triclosan juga dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya berbagai masalah gusi yang dapat memicu timbulnya gigi sensitif.


Konsultasi ke dokter gigi
   Dari 65% penderita gigi sensitif yang diteliti, hanya seperempatnya saja yang memiliki inisiatif ke dokter. Sebenernya, kita harus mengerti kapan waktu yang tepat bagi kita berkunjung ke dokter gigi. Terkadang, gigi sensitif disebabkan adanya kerusakan yang membutuhkan bantuan dokter segera. Dokter gigi akan menemukan penyebab utama keluhan gigi sensitif kita, kemudian segera memperbaiki gigi yang bermasalah tersebut, seperti penambalan ulang atau memperbaikik kelainan struktur jaringan keras gigi seperti karies, erosi dan abrasi.


Terapkan pola makanan seimbang
   Menurut ahli gizi Dr.Diana F.Suganda M.Kes gaya hidup tau pemilihan makanan sehari-hari ikut memengaruhi kesehatan gigi. Seseorang dengan kebiasaan menyantap makanan asam seperti jeruk, tomat dan acar kan mudah terserang gigi sensitif. Bahkan makanan-makanan yangmengandung karbohidrat seperti nasi misalnya, lambat laun memicu erosi gigi. Minuman yang emngandung soda atau berkarbonasi, jus buah terutama jus jeruk serta minuman penambah energi juga mesti dikurangi karena berpotensi merusak lapisan email gigi.
   Saran Dr.Diana dalam mencegah timbulnya keluhan gigi sensitif adalah dengan menerapkan pola makanan yang baik dan aman. Misalnya mengkonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan produksi air liur. Disarankan pula mengkonsumsi gizi seimbang, kaya gandum murni, disamping komposisi nutrisi yang mengandung kalsium, fosfat dan protein seperi keju untuk proses reminalisasi, karena hal itu akan menambah jumlah air liur, menetralkan asam sehingga gigi terlindungi. Reminalisasi juga menghambat bakteri plak yang mengurangi jumlah bakteri, dan produksi asampun berkurang.






Tips Cegah Gigi Sensitif
  Agar tetap nyaman saat menikmati santapan favorit, sebaiknya ikuti beberapa saran dari pakar gigi Drg.Ratu Mirah Afifah,GCClintDent.,MSDc seperti berikut :
  • Hilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan keras dan gerakan kiri kanan
  • Sikat gigi di waktu yang tepat, yaitu kurang lebih 20 menit setelah makan. Selepas makan kondisi mulut masi asam, penyikatan akan meruntuhkan email yang berperan sebagai pelindung gigi
  • Gunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut dan kepala sikat sesuai dengan ukuran mulut sehingga bisa menjangkau daerah yang sulit
  • Hindari penggunaan sikat gigi yang bulu sikatnya sudah rusak, ganti sikat gigi apabila bulu sikat sudah mulai tidak beraturan karena dapat melukai gusi
  • Bersihkan gigi pada seluruh permukaan gigi sampai ke celah-celah gigi dan saku gusi
  • Lakukan pijatan gusi untuk memperlancar peredaran darah. Caranya, sikat gigi bagian atas dari atas gusi ke arah bawah (gigi), dan sikat gigi bagian bawah yang dimulai dari bagian bawah gusi ke arah atas (gigi), atau biasa disebut teknik "merah putih"
  • Hindari konsumsi makanan/minuman yang terlalu asam atau manis, atau yang memiliki perbedaan suhu ekstrim pada saat yang bersamaan. Termasuk makanan yang merusk gigi.











Sumber : Majalah kesehatan keluarga DOKTER KITA edisis 5- THN V - Mei 2010